Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2026

Mengenang Bang Ade

Masih saja ingat video pemakaman Bang Ade. Beliau kembali ke Allah tinggalkan  kebaikan  yang sulit terbayar. hadiah ke sahabat2nya terbawa sampai akhirat. Nama lengkapnya dr.H.Azir Azwien Jenie. Panggilan akrabnya Bang Ade. Beliau aktifis senior RISKA di awal pembentukannya. Di bawah atap masjid Sunda Kelapa itu beliau bertemu dengan Mba Rini yang jadi pendamping shalihah saat sehat mau pun sakit bertahun. Pernah bertandang ke rumahnya 1x saat mengajukan proposal Baksos Alumni RISKA ke  warga dhuafa di pinggir bukit sampah Bantar Gebang . Kami diterima di halaman belakang bersisian dengan  kolam renang dan barisan Pohon Kamboja. Sangat kontras dengan suasana di seberang halaman parkir rumah itu. Dari lihat Mikrolet, motor seliweran tiba2 ada di Bali. Menuju ruang temu kita susuri dulu jalan setapak di antara rimbunan hijau tanaman segar cantik. Taman In door dengan  udara yang bebas mengalir menyatu dengan harum ruang. Suasana tenang dan sejuk,...

RAMADHAN SEBENTAR LAGI

🌷🌷🌷 Ramadhan akan datang, Ia bukan sekedar jadwal dan rencana, Ibadah di dalamnya  bukan beban,apalagi melelahkan Tapi setiap rajutannya adalah kemilau keihlasan Saling menjalin antara pengakuan dosa dan janji ampunan. Kelembutannya seperti lantunan ayat yang dibaca dengan hati hati. Kesegarannya seperti sisa wudhu di wajah hafidzah yang duduk sendiri menghadapMu menyerahkan  hafalannya Ya Allah Engkau Rabb Dan kami hambaMu. Ajari kami menyambut Ramadhan dengan taubat yang jujur, dengan shalat yang khusyuk, dengan puasa yang menjaga jiwa, bukan sekadar menahan lapar. Lapangkan rejeki kami Jadikan sedekah yang tak harus menunggu kaya, Bimbing tiap kata dalam doa panjang kami di gelap malam. Ajari cara menata hati agar lembut tanpa debu prasangka. Agar lisan tak membuat luka. Jadikan keindahan Ramadhan Mempercantik ahlak yang engkau cintai Kehendak yang engkau ridhoi Ya Rabb Ramadhan telah di ambang pintu jangan biarkan kami menjadi tam...

Lagu Khas Jaman RISKA

Trio Rio.. Lagu lama Kroncong rusak, kalo kata anak Riska. Kalo denger intro lagu Im Still in love nya Trio Rio  ini pasti inget sekretariat Riska yg senyap . Semua udah pulang tinggal rombongan kecil nyebar di dekat Pos Satpam yang pakek dibikin tinggi kaya menara terminal Bis. Satu mobil yang tersisa, VW Combi doang. Toilet cantik nuansa biru sudah terkunci. Perpustakaan sejak sore lebih dulu tutup. Nggak kedengaran lagi mesin tik IBM yang jadi rebutan kalau ada beberapa acara  kepantiaan berbarengan misalnya acara ANSOR ketemu acara SANLAT yang dua2nya di bulan Ramadhan. Kaleng2 tromol kosong bertumpuk di pojok ruang berkarpet merah. Tadi siang dikerumunin panitia  hitung duit bareng2 . Seru! Pisahin duit besar dengan receh. Pake deg2an juga sih ngitungnya, maklum tromol RISKA punya saingan dengan tromol MASK yang sama sama berdar ngincer hari Jumat Gitar sudah anteng di tempatnya, bersandar di antara sekat  bawah lemari kaca tempat album2 kegiatan. Se...

PERTEMANAN DI RISKA

Siapa bilang kumpul2 Riska enak2 melulu? Nggak tuh! Ada rasa pare pare nya juga walau dikit. Tapi menyehatkan seperti keberadaannya di antara somay kentang dan telor. Inget banget saat Tasyakuran di Villa Soekarno. Ruang utama segitu gede tapi nggak ada meja makan apalagi kursi. Jadi kita makan di mana saja,bebas! Kebetulan banyak yang pilih duduk berjejer di bibir kolam renang kosong. (Kolam husus kalo lagi males berenang :) Sarapan lah rame2 di sana , kaki menjuntai. Campur antara teman2 yang alim, baru insap dan masih urakan. Salah satu ada yang makannya pakek tangan kiri, eh! Langsung ada celetukan, Ih...Tidak islami!  Celetukannya sih lembut dan nggak apa apa sebenernya , apalagi anak RISKA terkenal "Tambeung" , tahan dicela. Tapi kenyataannya berlanjut terus. Sering muncul istilah itu saat ngumpul . Dikit2 T.I! Dikit2 TI ! (*Tidak Islami) Ada kelakuan nyeleneh  dikit pasti ada celetukan ..ikh, T.I deh! Lama lama jadi 2 kubu. Hubungan yang  "Jilbaban...

Sudah Benarkah Bacaan Kita?

Salah ucap salah arti, meski cuma satu huruf saja yang keseleo. Kalau dalam bahasa Indonesia misalnya (malam, makam, masam). Huruf tengah masih jauh beda bunyinya, jadi kentara jelas dimana salahnya. Salah ucap salah arti, meski cuma satu huruf saja yang keseleo. Kalau dalam bahasa Indonesia misalnya (malam, makam, masam). Huruf tengah masih jauh beda bunyinya, jadi kentara jelas dimana salahnya. Dalam bahasa arab tipis sekali perbedaan bunyi huruf. misalnya "Ashadu s tipis (س)  artinya : "Singa". Namun bila sin tipis dibaca tebal  (Ø´)  , bunyinya jadi  "Asyhadu" artinya bersaksi. Mngucap kalimat syahadat dengan ASHADU anlaa ilaaha illallaah...berarti "Aku Macan bahwa tak ada tuhan selain Allah" Contoh lain lagi... Qul huallaahu ahad dengan huruf  (Ù‚) artinya  Katakanlah bahwa Allah itu satu. Tapi kalau mengucapkannya dengan huruf K biasa ( Ùƒ) Kulhuallahu ahad     (berarti Makanlah, Allah itu satu) Belajar mengucapkan bahasa Arab dengan ...