Siapa bilang kumpul2 Riska enak2 melulu?
Nggak tuh!
Ada rasa pare pare nya juga walau dikit.
Tapi menyehatkan seperti keberadaannya di antara somay kentang dan telor.
Inget banget saat Tasyakuran di Villa Soekarno. Ruang utama segitu gede tapi nggak ada meja makan apalagi kursi.
Jadi kita makan di mana saja,bebas!
Kebetulan banyak yang pilih duduk berjejer di bibir kolam renang kosong.
(Kolam husus kalo lagi males berenang :)
Sarapan lah rame2 di sana , kaki menjuntai. Campur antara teman2 yang alim, baru insap dan masih urakan.
Salah satu ada yang makannya pakek tangan kiri, eh! Langsung ada celetukan, Ih...Tidak islami! Celetukannya sih lembut dan nggak apa apa sebenernya , apalagi anak RISKA terkenal "Tambeung" , tahan dicela.
Tapi kenyataannya berlanjut terus. Sering muncul istilah itu saat ngumpul . Dikit2 T.I! Dikit2 TI ! (*Tidak Islami)
Ada kelakuan nyeleneh dikit pasti ada celetukan ..ikh, T.I deh!
Lama lama jadi 2 kubu. Hubungan yang "Jilbaban" dengan yang masih "Ngablak" pun ikut2an jadi renggang.
Entah berawal dari apa, seingat saya sih, ide Mba Ences untuk piknik bareng biar akrab lagi. Jalanlah malam2 ke Dunia Fantasi. Makan..Foto..main..ketawa2, menyenangkan! Kerasa lagi keakraban itu.
Apa lagi disusul dengan kepanitiaan kajian ilmu yang campur2. Nggak harus yg berjilbab yang jemput penceramah.
Bersyukur di usia SunSet ini masih bisa kumpul bareng, ngariung tukar cerita, bahkan sesekali nginep bareng. Meski gelombang ujian tetap ada . Diuji dengan permasalahan pribadi hingga masalah Partai.
Kita seperti ditodong dengan motto ciptaan sendiri, AKUR SAMPAI UZUR.
Seiring waktu dan peran di bumi terbentuklah kita dengan macam2 pemikiran,pemahaman.
Untungnya wadah KARISKA legowo.
Berbagai pertemuan jika ada yg mau sharing ilmu/pengalaman dengan beda pemikiran, bebas saja! Silahkan "Maju ke tampil" (Istilah Bang Sunar , Allahyarhaam)
Nggak usah dipikirin kalau ada kubu2an. Mengalir saja! Kata Mba Ences .
"Kita sudah tua, jangan bicara Isya... Magrib saja belum tentu ketemu.
Teman2 punya kehidupan masing2, dapat ilmu, pengalaman, guru dari mana saja, berlatar belakang apa saja.
Natural saja, tidak usah merasa paling benar, dan yang terpenting untuk bersihnya hati dan baiknya pembawaan diri, kembalilah ke niat awal.
Sekarang kita masih bisa kumpul alhamdulillah, ada kelompok besar ada juga yang hanya beberapa orang rutin ketemu.
Waktu mahal banget!
Kesempatan yang ada kita rebut untuk saling suport menambah ilmu, atau merawat kesehatan seperti kelompok Emak2 yang rutin berenang di rumah Bu Wamen (Anaway) tiap hari Selasa pagi.
Hari lainnya dalam seminggu itu ada kegiatan Online
Kelas Tajwid
Kelas Tahfiz , dll
Atau seperti grup renang Bapak2 setiap minggu pagi di Kolam Renang Cibubur dekat Radio Rasil.
Oh iyaa, Bang Raja juga sibuk dengan program NGAJI TIPIS2. (One Day One Jus).
Kayaknya sih udah Tebal ya, nggak tipis lagi sebab sudah berlangsung 1 Tahun.
Rasanya sayang jika menit menit pertemuan berlalu dipakai hanya untuk Curhat Curhit atau fun2 saja.
Wallahu a'lam bishowwab.
Komentar
Posting Komentar