Mungkin ada sahabat2 yang berencana punya umur ke 2 setelah wafat nanti dengan cara membangun gedung Wakaf. Namun tidak sedikit kita lihat peninggalan wakaf yang terlantar baik fisik atau kepengurusannya. Sangat baik bila dipikirkan nasib masa depan wakaf. Khususnya wakaf mandiri yang tidak diserahkan pada pemerintah. Selagi kita hidup masih banyak teman seumuran . Punya ghiroh (Semangat) sama ingin tinggalkan jejak amal kebaikan di bumi. Dana mudah dihimpun, kegiatan mudah dibentuk untuk memakmurkan wakaf. Tambah usia tambah terasa sepi. Teman selivtingan satu persatu pergi, berkumpul di Barzah. Beberapa kasus gedung yayasan wakaf ditinggal karna bangunan tak layak buat belajar. Anak anak Wakif (Pemberi wakaf) tidak dapat meneruskan karna selain kurang dana tempat tinggal mereka pun jauh plus kesibukan mereka mencari rejeki. Yang saya fahami Wakaf secara terminologi hukum Islam juga Hukum Indonesia berarti... *Menahan ha...
Masih saja ingat video pemakaman Bang Ade. Beliau kembali ke Allah tinggalkan kebaikan yang sulit terbayar. hadiah ke sahabat2nya terbawa sampai akhirat. Nama lengkapnya dr.H.Azir Azwien Jenie. Panggilan akrabnya Bang Ade. Beliau aktifis senior RISKA di awal pembentukannya. Di bawah atap masjid Sunda Kelapa itu beliau bertemu dengan Mba Rini yang jadi pendamping shalihah saat sehat mau pun sakit bertahun. Pernah bertandang ke rumahnya 1x saat mengajukan proposal Baksos Alumni RISKA ke warga dhuafa di pinggir bukit sampah Bantar Gebang . Kami diterima di halaman belakang bersisian dengan kolam renang dan barisan Pohon Kamboja. Sangat kontras dengan suasana di seberang halaman parkir rumah itu. Dari lihat Mikrolet, motor seliweran tiba2 seperti ada di Bali. Menuju ruang temu kita susuri dulu jalan setapak di antara rimbunan hijau tanaman segar cantik. Taman In door dengan udara yang bebas mengalir menyatu dengan harum ruang. Suasana tenang d...