Salah ucap salah arti, meski cuma satu huruf saja yang keseleo. Kalau dalam bahasa Indonesia misalnya (malam, makam, masam). Huruf tengah masih jauh beda bunyinya, jadi kentara jelas dimana salahnya.
Salah ucap salah arti, meski cuma satu huruf saja yang keseleo. Kalau dalam bahasa Indonesia misalnya (malam, makam, masam). Huruf tengah masih jauh beda bunyinya, jadi kentara jelas dimana salahnya.
Dalam bahasa arab tipis sekali perbedaan bunyi huruf. misalnya "Ashadu s tipis (س) artinya : "Singa". Namun bila sin tipis dibaca tebal (ش) , bunyinya jadi "Asyhadu" artinya bersaksi.
Mngucap kalimat syahadat dengan ASHADU anlaa ilaaha illallaah...berarti "Aku Macan bahwa tak ada tuhan selain Allah"
Contoh lain lagi...
Qul huallaahu ahad dengan huruf (ق) artinya Katakanlah bahwa Allah itu satu.
Tapi kalau mengucapkannya dengan huruf K biasa ( ك) Kulhuallahu ahad (berarti Makanlah, Allah itu satu)
Belajar mengucapkan bahasa Arab dengan benar adalah PENTING. Jangan puas hanya dengan mampu membaca cepat tanpa bunyi huruf yang benar.
Apalagi bersandar pada huruf latin yang biasa terdapat pada bacaan surah Yassin.
Banyak bunyi huruf Arab yang tak bisa ditulis dengan huruf latin.
Berapa usia sahabat?
Sudah berapa lama bertahan dengan kebiasaan membaca yang dulu-dulu juga?
Pernahkan mengoreksi bacaan dihadapan orang yang fasih?
Kalau berpatokan pada umur Rasulullah wafat pada usia 63 tahun, berapa lagi waktu usia sahabat yang tersisa untuk belajar benahi bacaan?
Tak mengapa jatah umur tinggal sedikit lagi, asalkan kita mati dalam keadaan semangat belajar.keadaan
Komentar
Posting Komentar