Langsung ke konten utama

PROBLEM WAKAF

Mungkin ada sahabat2 yang berencana punya  umur ke 2 setelah wafat nanti dengan cara  membangun gedung Wakaf.

Namun tidak sedikit kita lihat peninggalan wakaf yang terlantar baik fisik atau kepengurusannya.
Sangat baik bila dipikirkan nasib masa depan wakaf. Khususnya wakaf mandiri yang tidak diserahkan pada pemerintah.

Selagi kita hidup  masih banyak teman seumuran . Punya ghiroh (Semangat)  sama ingin tinggalkan jejak amal kebaikan   di bumi. Dana mudah dihimpun, kegiatan mudah  dibentuk untuk memakmurkan wakaf.

Tambah usia tambah terasa sepi. Teman selivtingan satu persatu pergi, berkumpul di Barzah.

Beberapa kasus gedung yayasan wakaf ditinggal karna  bangunan tak layak buat belajar.
Anak anak Wakif (Pemberi wakaf) tidak dapat meneruskan karna selain kurang dana tempat tinggal mereka pun jauh plus kesibukan mereka mencari rejeki.

Yang saya fahami Wakaf secara terminologi hukum Islam juga Hukum Indonesia berarti...

 *Menahan harta pokok dan memanfaatkannya untuk tujuan ibadah ( Sosial) untuk jangka waktu tertentu atau selamanya*

Tanah atau bangunan yang sudah berstatus Wakaf tidak boleh diperjual belikan, dihibahkan, atau dijaminkan.
Keluarga Wakif tidak boleh mengelola jika wakaf sudah disahkan / diserahkan ke Pemerintah.

Ini bangunan wakaf seluas 100 meter yang terbengkalai di bantaran Kali Cipinang, di tengah padatnya warga dhuafa.
Semula digunakan untuk kegiatan majelis ta'lim. Setelah mushola banyak berdiri beralih fungsi untuk kegiatan Pemuda setempat.

Namun hingga plafon rusak, pintu copot, dinding kotor belum pernah pemuda setempat memanfatkannya.

Jika tanah dan bangunan sudah legal  putuskan  segera, mau dikelola keluarga atau diserahkan ke Pemerintah?
Andai anak2 tidak bisa diharapkan baiknya serahkan ke pemerintah.

Atau ada opsi lain yang disarankan namun tidak banyak yang menjalankan. Bangunan wakaf disewakan untuk usaha.
Uang sewa bisa jadi sedekah rutin tahunan.
Wallahu a'lam bishowwab.


Komentar

  1. beberapa waktu lalu, ketika ngobrol-ngobrol sama seorang guru,
    Saya juga diingatkan oleh beliau tentang masalah wakaf ini

    hingga akhirnya saya menarik kesimpulan, sebaiknya kalo mau wakaf, apapun itu, serahkan ke sebuah badan, (misalnya NU atau Muhammadiyah) sehingga pengelolaannya jelas.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERTEMANAN DI RISKA

Siapa bilang kumpul2 Riska enak2 melulu? Nggak tuh! Ada rasa pare pare nya juga walau dikit. Tapi menyehatkan seperti keberadaannya di antara somay kentang dan telor. Inget banget saat Tasyakuran di Villa Soekarno. Ruang utama segitu gede tapi nggak ada meja makan apalagi kursi. Jadi kita makan di mana saja,bebas! Kebetulan banyak yang pilih duduk berjejer di bibir kolam renang kosong. (Kolam husus kalo lagi males berenang :) Sarapan lah rame2 di sana , kaki menjuntai. Campur antara teman2 yang alim, baru insap dan masih urakan. Salah satu ada yang makannya pakek tangan kiri, eh! Langsung ada celetukan, Ih...Tidak islami!  Celetukannya sih lembut dan nggak apa apa sebenernya , apalagi anak RISKA terkenal "Tambeung" , tahan dicela. Tapi kenyataannya berlanjut terus. Sering muncul istilah itu saat ngumpul . Dikit2 T.I! Dikit2 TI ! (*Tidak Islami) Ada kelakuan nyeleneh  dikit pasti ada celetukan ..ikh, T.I deh! Lama lama jadi 2 kubu. Hubungan yang  "Jilbaban...

Lagu Kebangsaan RISKA

Lagu Khas Jaman RISKA

Trio Rio.. Lagu lama Kroncong rusak, kalo kata anak Riska. Kalo denger intro lagu Im Still in love nya Trio Rio  ini pasti inget sekretariat Riska yg senyap . Semua udah pulang tinggal rombongan kecil nyebar di dekat Pos Satpam yang pakek dibikin tinggi kaya menara terminal Bis. Satu mobil yang tersisa, VW Combi doang. Toilet cantik nuansa biru sudah terkunci. Perpustakaan sejak sore lebih dulu tutup. Nggak kedengaran lagi mesin tik IBM yang jadi rebutan kalau ada beberapa acara  kepantiaan berbarengan misalnya acara ANSOR ketemu acara SANLAT yang dua2nya di bulan Ramadhan. Kaleng2 tromol kosong bertumpuk di pojok ruang berkarpet merah. Tadi siang dikerumunin panitia  hitung duit bareng2 . Seru! Pisahin duit besar dengan receh. Pake deg2an juga sih ngitungnya, maklum tromol RISKA punya saingan dengan tromol MASK yang sama sama berdar ngincer hari Jumat Gitar sudah anteng di tempatnya, bersandar di antara sekat  bawah lemari kaca tempat album2 kegiatan. Se...