Semalam sepulang dari rapat dengan panitia Baksos Gunung Kidul, saya makan Mie goreng di depan stasiun Tanjung Priok. Setelah kenyang dan duduk manis di Jaklingko saya baru ingat ! Acara aqiqah cucu saya tadi siang sudah sisihkan saya 1 nasi box buat makan malam. Duh, perut sudah kenyang dg mie nikmat di bawah pohon tadi. Mau dikasih siapa sudah malam begini? Tetangga2 sudah dapat, dan sudah lewat jam makan malam pula.
Ya sudah lah... gimana kaki melangkah saja, berharap semoga Allah temukan saya dengan orang yg tepat. Mudah2an masih ada tukang becak yg suka ada di halaman pasar atau tukang parkirnya.
Nggak sempat ganti baju jalan lah bawa itu nasi sambil doa dan clingak clinguk di antara warung2 kulineran malam.
Ada bagian jalan pasar yang nggak kebagian cahaya lampu jalan. 1 bapak tua berjanggut putih pegang bambu di pinggir got besar kumpulkan botol2 plastik.
Di dekatnya ada becak kap terbuka ada karung isi hasil pulungannya.
Matanya gembira begitu terima. Segembira ucapannya atas kelahiran cucu saya.
Nggak lama berpisah dengan beliau sampailah kabar dari penduduk situ.
Bapak bermuka teduh, berkacamata tebal itu adalah penghafal Quran!
Ada mahluk mulia sibuk dg yg kotor2 sambil tetap muroja"ah menjaga hafalan. Tetap tawadhu padahal ia emas yg layak menjadi Imam sholat di masjid situ.
Allah beri kemuliaan pada seseorang begitu halus tersembunyi.
Ingat hadis yang bilang...
"Jika kau tak mendapat kekayaan maka carilah ilmu agama yg akan memuliakanmu"
Penghafal quran punya tempat husus dari Allah.
Berpacu dengan usia bersyukurlah dengan apa2 yg kita hafal. Bersyukur otak karyaNya masih diizinkan akrab dan mengulang ulang nikmati mukjizat Allah untuk Rasulullah yg masih bisa kita sentuh, kita bawa bawa, tapi blm tentu mereguk manis keajaibannya. Allahu Akbar!
Saya lupa nama surat dan ayatnya. Di sana Allah mengancam Rasulullah...Jika beliau tidak menyampaikan kebenaran Quran dengan sebenar benarnya ...Maka akan Allah cabut hafalannya dari kepalanya!
Yuk, bersyukur Allah izinkan kita ketemu karna Quran. Yuk, kita bawa quran dalam benak dan hati hingga liang kubur.
Kedudukan kita "Nanti" adalah tergantung keakrabannya dg quran/ hafalannya.
Yuk, semangat dan ihlas menghafal quran.
Ehh....Siapa tau kita bisa ulang2 tu hafalan saat menunggu puluhan ribu tahun di alam Barzah? Di saat Quran tak bisa kita pandang lagi.
Komentar
Posting Komentar