Langsung ke konten utama

Oleh Oleh



Sahabat saya  minta oleh2 dari negeri berbukit pohon jati .
Dia selalu begitu...Minta oleh2nya yang mahal. Sementara saya hanya bisa beri apa adanya tanpa kemasan bagus pula!

Dia minta oleh2 "Hikmah"

Perjalan bersama teman2 kali ini sangat beda. Bukan perjalanan menuju Villa Cilember yg di sana sudah menanti alam hijau, keceriaan dan karaoke.

Tapi perjalanan yg baru berangkat saja sudah uji nyali....eh, uji  dengkul! Pulang pergi makan waktu  28 jam duduk terus tanpa bebas selonjoran dan ke toilet

Alhamdulillahin aja, yg penting masih bisa sholat di Rest Area yg kayak pasar dan nggak hawatir lihat  mata sopir di spion kriyep2 tahan ngantuk. 

Sampai di Masjid Jogokarian sudah jam 9 telat 4 jam dari perjanjian, untungnya  kemudahan dari Allah datang. Kariska bergabung dengan rombongan Masjid Sukabumi menyimak ilmu/ pengalaman dari pengurus masjid yang punya 9 menteri ekonomi dan 29 ketua segala macam urusan.

Kesuksesan mengelola Masjid sudah banyak orang tahu. Tapi yg tak semua org tahu adalah "Dasar Keistiqomahan" mereka adalah prinsip..

* Punya bisnis/proyek apa saja kalau niatnya ingin punya Saldo besar, jangan harap akan bisa  menikmati hujan derasnya pertolongan Allah. 

.  Berbisnis dengan Allah akan sukses jika tujuannya mempermudah orang. 

.Makin cepat manfaat, makin berkah

Jadi ingat sahabat Rasulullah Pengusaha sukses tanpa keringat, hanya otaknya yg selalu ingin memudahkan dan membahagiakan orang. Abdurrahman Bin Auf.

Agar orang nyaman belanja dibangunlah atap, akhirnya pasar kecil itu jadi tersohor, banyak untung.

Pernah melakukan tindakan di luar kelaziman, diborong semua kurma busuk untuk membalut duka hati  tentara Allah yg krn perang panjang kebun2 mereka tak terawat, kurma2 membusuk.
Pertolongan Allah cepat datang!

Seorang saudagar kaya mencari kurma khusus yg manjur buat obat. Berapa pun akan dibayar asal kurma sudah terfermentasi. 

Masjid Jogokarian  mau   jamaahnya senang hati  datang ke masjid. Jangan sampai ada yg nangis diam2 saat pengumuman Saldo Masjid sementara dia sedang bingung cari pinjaman buat beli obat atau bayaran sekolah anak. 

***

Menuju desa Ponjong-Gunung Kidul disuguhi pemandangan tanah berbatu tanpa rumput tapi di sela2nya ada 2  sawah hijau subur. 

Di bawah pohon Coklat yang tengah berbuah ibu Minem usia 78 th cerita bagaimana kuatnya lutut ibu2 lansia di sana karna harus kumpulkan pakan ternak setiap hari dari balik bukit. Lumayan banyak yang punya piaraan. Jadi jangan kaget kalau malam2 sepi ke kamar mandi tiba2 suara keras... Emooooo!! Dari balik dinding.

"Maaf ya Bu, di sini sepi, tanah kering, nggak ada hiburan apa2, tapi buat saya amat ngangeni! Saya nggak betah lama2 nginap di rumah 3 anak di Jakarta" 

Bu Minem bicara sambil senyum2. Tangannya melambai ke arah seorang ibu tua jalan membungkuk,  turun bukit bawa banyak makanan ternak di punggung. Nggak terasa lama2 kami ngobrol jadi ber 5.

***

Acara Baksos diawali sholawat untuk panggil warga kumpul.

Hati ragu apa bisa hati menyatu seperti yg Mba Ningrum pesan saat rapat di Jakarta? Ditambah dengan pakaian panitia berseragam?

Nyatanya sambutan luar biasa. Menjawab cepat saat  ditanya. Tertawa riuh begitu mba Ningrum menyebut istilah Jawa  "Allah Mboten Sare"

Semoga menempel terus dalam ingatan pesannya...
*JANGAN TERGIUR DENGAN SEMBAKO DUNIA*

Dan soal seragam itu disampaikan bahwa semata  tanda betapa teman2  Kariska sangat menghormati  warga. Maka jika menghormati Allah datanglah mengadapNya (Sholat) dengan pakaian yang terbaik. Alhamdulillah mukena cantik2 sudah disiapkan buat para ibu. Yang bungkusin aja pada naksir.

Kedengaran salah satu jamaah bilang "Mukena-e larang kabeh!"

***

Usai acara puncak Baksos seorang ibu yg duduk di sebelah tiba2 memicit tangan saya sambil senyum2 ramah berterimakasih ulang2 atas kebaikan Kariska.

Kok mau datang jauh2 bawa banyak bingkisan? Mulai perlengkapan sekolah bagus2 hingga  hadiah dadakan dalam jumlah besar untuk atap masjid?

(Alhamdulillah, kita adalah pintu pilihanNya, semua titipan Allah)

"Ibu, jari2nya kok kuat amat? Pijitannya enak!" 

"Tiap hari saya macul ya  jadi kuat!" Jawabnya sambil ketawa senang dan pijitanya makin semangat 

Allah titipkan banyak hati emas di sini. Mereka punya kedamaian yg lebih berharga dari emas. 
Kursi lemari mereka di dapur berbahan jati yg di kota adalah emas.

Tanah kering bebatuan (kata Ebiet G.Ade) menutupi mata dari melimpah ruahnya nikmat Allah. 

***
Kariska sibuk menyiasati acara yang nggak sesuai jadwal, sedikit ada yg nggak sesuai dengan rencana.

 Nggak tega lihat jamaah yg harus menunggu anak2 yang sedang lomba. Di sini pagi2 matahari sudah bikin silau tapi nggak bikin gerah,angin banyak.


Alhamdulillahnya mereka tetap semangat dengan macam2 dendang  sholawat. 

Ada yang sa'i antara masjid dengan rumah tempat lomba dan  suvenir. 

Ada yang sedih karna perangkat Desa seperti  Babinsa dll pulang tanpa sempat makan siang. 
Dan macem2 lagi yang muncul di luar dugaan. 

Perjalanan bersama teman adalah batu ujian. Hati harus seluas samudera. Tangkap saja yang indah2.

Ada yang sembunyi2 kasih sedekah untuk tamu khusus.

Ada teman yang hobbynya nraktiiir melulu. Ngebayariin melulu

Ada yang berusaha bikin bocah2 ketawa, mencium mereka, membetulkan rambutnya yang menyembul keluar dari jilbab.dll.

 Sangat banyak yg menyejukkan dibanding sikap atau kata yg kadang keliru.

Trimakasih sahabatku yg permintaannya sudah membuat tersusunnya runutan nikmat Allah. Selagi hangat. Sebelum kesibukan rutin
 menghapusnya. Sebelum masa evaluasi yg pastinya pahit tapi manfaat banyak tentu.

Semoga perjalanan Baksos ini menjadikan kita pandai menghitung nikmat Allah yg sedikit di bumi tapi meruah di akhirat.

*Yang datang tidak berkelebihan, yang didatangi tidak kekurangan*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERTEMANAN DI RISKA

Siapa bilang kumpul2 Riska enak2 melulu? Nggak tuh! Ada rasa pare pare nya juga walau dikit. Tapi menyehatkan seperti keberadaannya di antara somay kentang dan telor. Inget banget saat Tasyakuran di Villa Soekarno. Ruang utama segitu gede tapi nggak ada meja makan apalagi kursi. Jadi kita makan di mana saja,bebas! Kebetulan banyak yang pilih duduk berjejer di bibir kolam renang kosong. (Kolam husus kalo lagi males berenang :) Sarapan lah rame2 di sana , kaki menjuntai. Campur antara teman2 yang alim, baru insap dan masih urakan. Salah satu ada yang makannya pakek tangan kiri, eh! Langsung ada celetukan, Ih...Tidak islami!  Celetukannya sih lembut dan nggak apa apa sebenernya , apalagi anak RISKA terkenal "Tambeung" , tahan dicela. Tapi kenyataannya berlanjut terus. Sering muncul istilah itu saat ngumpul . Dikit2 T.I! Dikit2 TI ! (*Tidak Islami) Ada kelakuan nyeleneh  dikit pasti ada celetukan ..ikh, T.I deh! Lama lama jadi 2 kubu. Hubungan yang  "Jilbaban...

Evaluasi Baksos Ponjong.

Bagi teman teman yang tidak hadir pada Meeting Evaluasi semoga ini bisa jadi informasi yang bermanfaat untuk kegiatan Baksos ke depannya insya Allah... *Sie Keuangan*  Pemasukan Pengeluaran Saldo... Evaluasi: Kendala pada masalah Transfer dana dari Perusahaan yang perlu proses husus. Perkenalan Panitia khususnya Sie Bendahara kepada Donatur harus sedari awal. *Sie Konsumsi* Harus mempelajari dulu menu selera penduduk lokal agar bisa diperkirakan besaran dana yg dibutuhkan. Acara makan bersama momentnya hampir di ahir. Maka untuk menghormati tamu husus spt Lurah/Babjnsa dll baiknya disiapkan Nasi kotak agar mereka bisa pulang lebih dulu karna waktu tugas. *Sie Acara Lomba* Baiknya acara Seremonial ada di masing2 kegiatan. Sebab bila dilakukan di puncak acara maka hadirin akan lama menunggu Sementara kegiatan anak paling butuh waktu panjang Hadiah/Souvenir diletakkan dan diserahkan di masing2 kegiatan. Pilihlah Hadiah/souvenir Buku Cerita Anak yang berkwalitas baik. Kegia...

LAPORAN BAKSOS DESA PONJONG

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Para donatur sekalian yang Allah muliakan. Alhamdulillah, terimakasih banyak atas bantuan materi dan doanya  hingga terlaksanalah acara Baksos Kariska sejak tanggal 13 sampai 15 September  2024  di Desa Mendak Sumber Giri -  Ponjong Wonosari -Gunung Kidul. Perjalanan pulang dan pergi memakan waktu panjang akibat berbenturan dengan libur bersama dan penyempitan jalur kendaraan di jalan Tol Cipalih. Akibatnya rombongan yang dijadwalkan bertatap muka dengan Takmir Masjid Jogokarian  jam 5 pagi terpaksa dilaksanakan jam 9.  Alhamdulillah berjalan lancar, pertanyaan2 penting yang diajukan Bang Ihsan banyak menjadi bekal kita. Dalam pertemuan dengan Takmir Masjid yang punya 9 Menteri Ekonomi dan 29 Kepala macam2 urusan itu didapat suatu kesimpulan bahwa mereka bersedia melakukan   *Pendampingan*  dalam membina dan membekali warga Ponjong supaya mampu membentengi diri menghadapi *Pemurtadan*. Mereka pu...